Hari Tasyrik: Panduan Lengkap Amalannya dan yang Harus Dihindari

KALBAR TERKINI - Hari Tasyrik terdiri dari tiga hari yang berlangsung setelah perayaan Idul Adha, tepatnya pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah menurut kalender Hijriah.

Istilah "tasyrik" datang dari kata تَØ´ْرِيق dalam bahasa Arab yang berarti "mengeringkan daging dengan menempatkannya di bawah cahaya matahari".

Ini berhubungan dengan praktik orang Muslim di masa lalu yang mengeringkan daging korban untuk memperpanjang kesegaran.

Hari-hari ini merupakan hari istimewa dalam Islam dan termasuk dalam hari-hari tasyrik, yaitu:

11 Dzulhijjah atau 7 Juni 2025

12 Dzulhijjah atau 8 Juni 2025

13 Dzulhijjah atau 9 Juni 2025

Hukum dan Amalan

Pada hari raya Tasyrik, umat Islam dilarang untuk berpuasa, terkecuali bagi para jemaah haji yang belum sanggup menyembelih kurban (mereka dapat mengamalkan puasa selama tiga hari di Mina serta empat hari sesudah kembali).

Disaranakan agar berdzikir dan bertakbir setiap kali menyelesaikan salat wajib (yang dikenal dengan nama takbir muqayyad) mulai dari setelah salat Subuh pada tanggal 9 Dzulhijjah (hari Arafah) hingga Asar di hari ke-13 bulan Dzulhijjah.

Untuk para jemaah haji, masa tasyriq merupakan waktu untuk melempar batu ke arah jumrah di Mina.

Rasulullah pernah berkata: "Masa-masa tasyrik merupakan waktu untuk makan, minum, dan mengingat Allah." (HR. Muslim)

Maka dapat dipahami bahwa masa tasyrik adalah periode khusus pasca Idul Adha yang ditandai dengan mengingat Allah, bersantap, dan merasakan karunia-Nya, sekaligus menjadi hari haram untuk berpuasa.

***

GDesain

Website Berbagi desain gratis terlengkap. Juga menyediakan Jasa Desain Murah.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama