Pernahkah suatu saat kamu masuk ke kantor sambil membawa mood Yang benar-benar runyam? Mungkin disebabkan oleh keletihan, kemacetan lalu lintas, atau mungkin juga akibat permasalahan pribadi yang masih mengganjal. Lantas, tanpa sengaja, seorang kolega bertanya tentang sesuatu yang remeh, namun Anda justru bereaksi dengan keras. Meski demikian, orang tersebut tidak bersalah dalam kasus ini. Jika sudah seperti ini, berarti Anda sedang terkena stres. mood swing Masalahnya adalah jika hal tersebut dibiarkan berlanjut, dapat menghancurkan ikatan profesional dan malah membuat Anda mendapat cap negatif. toxic di lingkungan kantor.
Mood swing Di lingkungan kerja memang seperti itu adanya. Karena pada dasarnya kita adalah manusia, terkadang tidak selalu dapat diharapkan sepenuhnya. happy Terus setiap harinya. Namun, perlu diketahui bagaimana mengontrol emosi agar tidak menyakiti orang lain. Karena bekerja bersama-sama berarti harus melakukan komunikasi dan kolaborasi. Jika sudah biasa marah-marah, bisa-bisa tujuan pekerjaan tidak tercapai, bahkan atmosfer perkantoran menjadi tegang setiap hari. Mari kita coba beberapa metode di bawah ini untuk mencegah ledakan tanpa sebab ketika sedang bekerja.
1. Pahami penyebabnya dari awal
Langkah pertama buat hadapi mood swing ialah ketahui terlebih dahulu apa yang menjadi penyebabnya. Mungkin saja kamu merasakannya. overwork , kurang istirahat, atau mungkin sedang menghadapi suatu permasalahan pribadi yang belum terselesaikan. Terkadang hal-hal sederhana seperti melupakan sarapan atau terlambat berangkat bekerja pun dapat membuat mood Anda tidak baik sepanjang hari. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk memeriksa kesehatan diri sendiri setiap pagi sebelum memulai aktivitas pekerjaan.
Setelah mengetahui faktor pemicunya, Anda akan dapat menjaga diri agar tidak menyebarkan energi negatif kepada orang lain. Sebagai contoh, jika Anda merasa mudah tersinggung saat lapar, cobalah untuk makan terlebih dahulu sebelum menghadapi rapat. Atau bila Anda sedang sangat stres, luangkan waktu sejenak untuk bernapas dalam-dalam sebelum membalas pesan dari atasannya. Pokoknya, penting bagi Anda untuk menyadari situasi emosi Anda sebelum mencoba mengendalikannya.
2. Berhenti sejenika mulai terasa emosi mencapai puncak.
Jika Anda merasa kepala semakin hangat, tangan bergetar, atau nada bicara naik, ini adalah indikasi bahwa Anda memerlukan istirahat. Tidak perlu menunggu sampai situasi menjadi tidak tertoleransi untuk menyadarinya. Terkadang kita cenderung memaksakan diri bekerja bahkan ketika sudah tidak lagi dalam keadaan tenang. Namun, dengan mengambil sedikit waktu luang, Anda dapat mencegah pertengkaran yang tidak perlu tersebut.
Break -Gak perlu lama-lama, cukup ke pantry sediakan air minum, berjalan sejenak keluar dari ruangan, ataupun hirup nafas dalam-dalam sambil tutup mata. Singkatnya, biarkan tubuh dan otak memiliki waktu untuk istirahat. cooling down Kamu bukan mesin, sehingga sangat normal jika kadang-kadang perlu istirahat. Yang terpenting adalah tidak memaksakan diri saat sedang dalam keadaan emosional takstabil. Jika demikian, dampaknya bisa menimpa baik dirimu maupun orang-orang di sekelilmu.
3. Jangan menyimpan seluruh keraguanmu sendiri saja
Kadang yang bikin mood swing Semakin buruk hal ini disebabkan oleh kebiasaanmu menyimpan segalanya sendirian. Tidak ada ruang untuk menceritakan apa pun, tidak ada jalan keluar untuk merasa lega. Pada akhirnya, kamu menimbun seluruh tekanan dan emosi hingga suatu saat pecah pada waktu dan tempat yang tak tepat. Jika kamu memiliki sahabat terdekat di kantor yang dapat dipercaya, tidak ada salahnya mengobrol singkat untuk melampiaskan perasaanmu.
Namun, jika Anda termasuk orang yang tidak merasa nyaman untuk bercerita pada rekan sekerja, ada alternatif lain yang dapat dilakukan. Contohnya menuliskan diary harian, bicara dengan diri sendiri saat sedang di dalam kamar mandi (tentu saja asalkan tak sampai diketahui oleh orang lain), atau metode lainnya. Intinya adalah, jangan membiarkan pikiran Anda menjadi sesak tanpa disisakan ruang ekspresi. Menyimpan emosi selama waktu yang panjang bisa berubah menjadi amarah yang sulit dikontrol, dan hal tersebut sangatlah berbahaya di tempat kerja.
4. Ciptakan kebiasaan sederhana yang membuatmu merasa jauh lebih rileks.
Hal-hal sepele dapat sangat membantumu untuk mencapai ketenangan emosi. Sebagai contoh, mulailah harimu dengan mendengarkan lagu favorit yang membuatmu bersemangat, atau nikmati secangkir kopi sambil menikmati sebuah buku. quotes positif, atau punya to-do list agar tetap teratur supaya tidak kesulitan nantinya. Mood swing sering kali terjadi akibat kita merasa overwhelmed Jadi perlu untuk membuat kebiasaan yang membantu Anda merasa menguasai hari-hari Anda.
Anda dapat mencoba melakukan meditasi singkat sebelum memulai pekerjaan, atau menginstal terapi aroma di meja Anda jika kondisinya mendukung. Pokoknya, temukan sesuatu yang membuat Anda merasa tenang dan nyaman saat berada dalam tekanan kerja. Jika Anda memiliki metode khusus untuk menenangkan diri, maka akan lebih mudah bagi Anda menghadapi tantangan tak terduga yang mungkin timbul. mood Kamu berubah. Yang terpenting, kamu tidak akan menjadi orang yang menyebarkan stres kepada orang lain.
Mood swing Itu wajar, namun tak berarti Anda tidak dapat mengontrolnya. Terlebih di lingkungan kerja, di mana Anda diminta untuk selalu bersikap profesional meski perasaan sedang bergejolak. Oleh karena itu, sangatlah vital bagi kita untuk mempelajari cara mengenali, menerima, serta mengatur emosi sebelum pada akhirnya menjadi ledakan yang terjadi tepat di dalam kantor. Ingat saja, Anda tentu diperbolehkan merasakan kesedihan atau kemarahan, tetapi pastikan hal tersebut tidak menjadikan orang lain sebagai pihak yang dirugikan. mood Kamu yang naik turun. Mari, jagalah lingkungan kerja agar selalu sehat, dengan memulainya dari pengendalian emosi diri kita masing-masing!