4 Alasan Mengejutkan Mengapa Cicilan Kecil Bisa Memperburuk Keuangan Anda

Pada zaman modern ini, segalanya menjadi sangat praktis, terutama ketika berbelanja. Ingin membeli perangkat elektronik, fashion , termasuk makanan, cukup dengan satu kali klik dan kredit tanpa bunga pun siap. Beberapa individu berpikir tidak ada salahnya untuk mencicil dalam jumlah sedikit karena mereka merasa nominalnya tidak terlalu besar. Namun perlu diwaspadai, justeru karena nilainya yang rendah tersebut, seseorang cenderung memandang remeh. Sebenarnya dampaknya dapat secara bertahap menggerusikan kondisi finansial Anda.

Jika saat ini Anda merasa sudah cukup disiplin dalam bekerja namun pengeluaran terus menguras isi dompet meskipun tidak memiliki tanggungan pinjaman berarti, kemungkinan penyebabnya adalah akumulasi tagihan-tagihan kecil yang tampak tak signifikan. Di bawah ini terdapat beberapa poin tentang bagaimana pembayaran-pembayaran kecil tersebut dapat membuat kondisi finansial Anda menjadi rapuh. Perhatikan dengan seksama, jangan-jangan hal ini menjawab pertanyaan atas hilangnya uang tunai secara perlahan-lahan!

1. Beban dari terlalu banyak kredit kecil yang diakumulasikan bersama-sama menjadi berat

Cicilan kecil satu mungkin tidak membuatmu khawatir. Namun, bagaimana jika terdapat lima atau bahkan sepuluh? Dengan berjalannya waktu, jumlah tersebut akan menumpuk juga. Sebagai contoh, cicilan sebesar Rp100 ribu bisa menjadi masalah. skincare , Rp150 ribu untuk berlanggan streaming , Rp200 ribu untuk perangkat elektronik, lalu berlanjut begitu saja. Setelah dihitung-hitung, ternyata jumlah angsuran yang harus dibayar setiap bulannya mencapai lebih dari satu juta rupiah. Sebab nilai masing-masing cicilan terlihat kecil, Anda tidak menyadari bahwa hal tersebut cukup memberatkan hingga suatu saat tiba-tiba baru mengerti: kenapa gajian langsung habis tanpa sisa?

Oleh karena itu, jangan meremehkan angsuran dengan jumlah yang kecil. Malah karena tidak kelihatan tersebut, Anda mungkin tidak sadar bahwa pengeluaran bulanan Anda semakin membengkak. overload . Sebelum angsuran kecil menjadi bebannya yang berat, cobalah review Lagi nih, berapa sih angsuran kecil yang harus kau bayarkan secara berkala tiap bulannya?

2. Menyebabkan kamu kesulitan mengatur pengeluaranmu

Sebab merasa jumlahnya sedikit, kita menjadi kurang teliti saat menekan tombol "Bayar Sekarang dengan Cicilan". Ini membuat kita tidak merasa bersalah, meskipun setiap kali mengklik tersebut menjadikan Anda terikat pada kewajiban pembayaran bulanan. Pada akhirnya, secara tak sadar kita telah menerima banyak tanggung jawab finansial yang harus dipenuhi setiap bulannya.

Habit ini dapat membuatmu kesulitan mengontrol pengeluaran. Saat gajian baru tiba, sebagian besar sudah terpakai untuk aneka cicilan kecil. Ini menjadikanmu bingung menabung, dan bahkan untuk memenuhi keperluan mendesak juga sulit tanpa pinjam sana-sini. Alasannya? Karena pikiranmu berkata, "Cuma sedikit saja." Namun, hal tersebutlah yang menjadi jebakan batman-mu!

3. Membuatmu enggan menyisihkan uang untuk tabungan karena berpikir telah memiliki perlengkapan yang cukup.

Satu dampak tidak langsung dari pembayaran angsuran yang rendah adalah Anda dapat memiliki barang tersebut secara instan. Rasa senang timbul karena benda sudah berada dalam genggaman, walaupun dibayar dengan cara mencicil. Namun, setelah memilikinya, mungkin kurang termotivasi untuk menyimpan uang. Sebaiknya jika disisihkan terlebih dahulu sebelum membeli agar terbebas dari kewajiban membayar angsuran setiap bulannya.

Program pembayaran mencicil membuat Anda fokus pada periode waktu singkat daripada yang lama. Hal itu dapat membiasakan diri untuk membeli barang hanya karena "dapat dicicil" tanpa pertimbangan sebenarnya dibutuhkan atau tidak. Sikap demikian mungkin menjadi ancaman tak terlihat bagi kesejahteraan finansial di masa mendatang. Oleh karena itu, cobalah batasi hasrat berbelanja dan lebih sering menabung saja.

4. Membuatmu berisiko memiliki hutang yang jauh lebih besar

Pembayaran angsuran yang rendah kerap membuat aliran uang tunai setiap bulannya menjadi tidak stabil. Alasannya adalah karena Anda merasa kondisi finansial Anda sehat, meskipun telah banyak tanggungan yang harus dipenuhi. Ketika suatu hari timbul keperluan darurat atau biaya tak terduga, Anda akan kesulitan menghadapi hal tersebut dan pada akhirnya memilih untuk berhutang lagi demi menutupi kekurangan itu. Hal ini dapat membentuk lingkaran rentenir tanpa henti.

Hal ini dapat menambah tingkat stres Anda secara psikologis lho. Pikirkan setiap awal bulan dimana Anda harus berkata pada diri sendiri: " Ini untuk membayar angsuran A, B, C... Lalu duit untuk membeli makan datang dari mana? ". Jika sudah seperti itu, kondisi finansial Anda tidak baik lagi. Tidak dikarenakan kurangnya pendapatan, tetapi akibat banyaknya kewajiban kecil yang berhimpitan. Berhati-hatilah yaa!

Pembayaran angsuran rendah memang menarik dan biasanya tampak ringan pada awalnya. Namun jika tidak diatur dengan baik, dapat menjadi racun bertubi-tubi yang secara perlahan merusak kondisi finansial Anda. Meskipun upah meningkat, rasanya seperti tak ada manfaatnya karena sudah tersapu oleh pembayaran-pembayaran angsuran kecil yang tadinya diabaikan. Oleh karenanya, mari kita bersama-sama lebih berhati-hati dari sekarang! Sebelum tekan "belanja", cobalah tanyakan kepada diri sendiri apakah hal itu sungguh-sungguh dibutuhkan atau hanya saja dipandangi? Kesejahteraanmu adalah tanggung jawabmu. Jangan biarkan penyesalan melanda di penghabisan bulan lantaran beberapa rupiah untuk angsuran-angsuran tersebut.

GDesain

Website Berbagi desain gratis terlengkap. Juga menyediakan Jasa Desain Murah.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama