PR SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sekali lagi memperlihatkan kesetiaannya untuk mengwujudkan sistem transportasi yang canggih dan terpadu di area Gerbangkertasusila.
Pada pengumuman formalnya hari Senin tanggal 2 Juni 2025, Khofifah menggarisbawahi bahwa pembangunan sistem transportasi masal di wilayah Surabaya Raya akan dipercepat pelaksanaannya.
Pilihan moda transportasi apa? LRT!
Khofifah mengatakan bahwa timnya sudah menjalankan diskusi mendalam dengan Duta Besar Inggris di Indonesia, Dominic Jermey, demi mendorong percepatan analisis kelayakan dari projek tersebut.
"Insya Allah pada bulan depan, laporan studi kelayakan dari pemerintah Inggris sudah dapat dirilis," katanya.
Trem, MRT, atau LRT? Berikut Alasannya Khofifah Memilih LRT!
Menurut penelitian oleh PwC serta Mott MacDonald, yang melanjutkan tinjauan permulaan JICA, ada tiga jalur transportasi kereta api yang dipertimbangkan, yaitu:
Unesa – Darmo (jalur barat – tengah) mengandalkan Trem: perkiraan dana dibutuhkan sebesar Rp8,1 triliun
Pasar Turi – Darmo (jalur utara - tengah) dengan trem membutuhkan anggaran sebesar Rp12,76 triliun.
Wonokromo – Juanda (jalur pusat - selatan) menggunakan MRT: Rp20,96 triliun
Namun, Khofifah menggarisbawahi bahwa LRT merupakan pilihan yang paling masuk akal.
"MRT-nya mahal sekali, sedangkan Trem kurang sesuai untuk daerah pinggiran. Kami membutuhkan sarana transportasi yang dapat mencapai area agregasi perkotaan. Oleh karena itu, LRT menjadi opsi ideal," tandasnya.
Transportasi Integratif, Gambaran Anyar Metropolis Surabaya
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Nyono, menyatakan bahwa pertemuan dengan Dubes Inggris terjadi di Kota Malang dan merupakan elemen dari konsep "Jatim Akses" yang dicanangkan oleh Khofifah.
Proyek ini akan disatukan dengan jaringan Kereta Api Wilayah Surabaya (KAWS) yang menghubungkan antara Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik.
"Apabila dibandingkan, LRT jauh lebih hemat biaya serta lebih lentah dalam hal rute," kata Nyono.
Dia juga menyebutkan bahwa pembiayaan SRRL akan dilakukan dengan mengambil kredit sebesar Rp3,6 triliun dari Bank Pembangunan Jerman (KfW), yang merupakan bagian dari total dana yang dibutuhkan yaitu Rp4,9 triliun. Tahap lelang diproyeksikan akan dimulai pada tahun ini.
Investasi Besar, Pengaruhnya Lebih Besar!
Proyek LRT dan SRRL dipercaya akan menjadi penggerak utama dalam perubahan besar sektor transportasi di Jawa Timur.
Bukan hanya digunakan untuk mengurangi kemacetan, tetapi juga berperan sebagai fondasi bagi mobilitas di wilayah metropolitan yang berkembang dengan cepat.
Dengan potensi investasi melebihi Rp20 triliun, projek tersebut diharapkan mampu mendukung perkembangan ekonomi lokal, memperbaiki keterhubungan, dan mengurangi emisi karbon dari mobil pribadi.
Sedia Revisi Peta SistemTransportasi Surabaya Raya
Melalui visi yang besar ini, Gubernur Khofifah tidak hanya mengejar jawaban singkat terhadap kemacetan, tetapi juga merancang warisan infrastruktur jangka panjang bagi anak-cucu kita nanti.
" Ini tak sekadar berkaitan dengan rel dan kereta, melainkan tentang meningkatnya mobilitas masyarakat yang lebih efektif, terjangkau, serta berkelanjutan," tandas Khofifah. ***