Pernahkah Anda merasa letih akibat segala upaya yang tampaknya tak terlihat oleh mata mereka? Baik di kantor, di rumah, atau bahkan saat bersama teman-teman, sepertinya seluruh jerihan Anda hanya berlalu begitu saja tanpa disadari. Namun ada kabar bagus untuk Anda; harga diri Anda tidak ditetapkan dengan jumlah kali orang lain memujinya. 'terima kasih' . Berikut ini 5 cara mudah untuk tetap merasa puas meskipun berada dalam lingkaran sosial dengan sedikit penghargaan. Ayo kita lihat!
1. Mengerti bahwa tidak seluruh penghargaan disampaikan lewat ucapan
Tidak setiap individu mengungkapkan kebersyukuran mereka melalui puji-pujian atau kalimat romantis. Terkadang, penghargaan datang dalam wujud tindakan ringan yang tak disadarinya. Ada beberapa orang yang kurang pandai berbicara namun tunjukkan perhatiannya lewat aksi-aksi tersebut. Sebagai contoh, kawan satu timmu yang membantu tanpa harus diperingatkan, atau sahabat yang sering kali memulai pertanyaan tentang situasimu lebih dulu. Itu adalah indikasi bahwa Anda diapresiasi; hanya saja caranya unik. Semakin sadar diri dan sensitif, semakin mudah bagi kita untuk menyaksikan sesungguhnya siapa-siapa saja yang prihatin atas nasib kita.
Perhatikan saja beberapa detail kecil seperti senyuman jujur, salaman hangat, atau orang yang meluangkan waktunya untuk membantumu. Semua itu merupakan ungkapan penghargaan, bahkan jika tidak disampaikan dengan kata-kata langsung. Setelah kamu memulai pemahaman tentang hal-hal tersebut, rasanya sendirian dan tak terhargai akan berkurang sedikit demi sedikit.
2. Sampaikan emosi Anda dengan nada yang tenang dan jelas
Jika Anda selalu menyimpan perasaan tidak dihargai, pada akhirnya dapat menimbulkan penumpukan emosi yang berpotensi meledak. Oleh karena itu, sangatlah vital untuk menjalin komunikasi yang terbuka dan sehat. Ketika membahas tentang perasaan tersebut, cobalah menggunakan frasa dimulai dengan "Saya merasa...". “aku merasa...” agar pihak lain tidak merasa di serang. Sebagai contoh,صند Sedikit kecewa ketika usaha ekstra saya tidak mendapat pengakuan. Metode ini membuat pihak lain menjadi lebih terbuka dan tidak secara otomatis merasa bertahan.
Berbicara tentang perasaan tidak boleh dilakukan secara sembarang. Hindari membahasnya saat keadaannya sedang tegang atau ketika orang lain tengah asyik dengan aktivitas mereka. Tentukanlah waktu yang damai serta lingkungan yang menyenangkan. Apabila kesempatan telah pas, kemungkinan Anda untuk mendapatkan pengertian dan dihiraukan akan meningkat pesat.
3. Tetapkan batas agar tidak dieksploitasi secara berkelanjutan
Jika Anda terus-menerus memberikan waktu dan energi tanpa mendapatkan hasil apapun, feedback Positif saja, pada akhirnya hanya Anda yang akan merasa lelah. Karena itu, sangat penting untuk menentukan sejauhmana batasan tersebut. Pikirkan aspek kehidupan apa yang membuat Anda merasa tidak diperhatikan. Bisa jadi, Anda selalu menjadi orang terakhir yang meninggalkan kantor atau mengerjakan semua hal di rumah. Mulailah dengan menyadari area mana dalam hidup ini dimana perlu ada ketegasan dari diri Anda.
Setelah mengetahui pembatasannya, jelaskan secara gamblang. Sebagai contoh,صند Saya dapat membantumu, tetapi saya tidak bisa bekerja lembur setiap harinya. Secara tegas namun selalu santun, Anda mendidik orang lain untuk lebih menghormati waktu dan energi Anda.
4. Mempelajari cara menghargai diri sendiri
Jika Anda selalu menantikan persetujuan dari pihak lain, kemungkinan besar Anda akan sering merasa tidak cukup. Hal utama ialah bagaimana Anda dapat mengapresiasikan diri sendiri. Sediakan waktu untuk melihat berbagai hal yang telah Anda capai. Termasuk juga hal-hal sederhana tersebut. Menyelesaikan pekerjaan sulit, membantu orang lain, atau tetap tenang ketika sedang marah. Seluruhnya patut dihargai dan dikenali sebagai pencapaian Anda.
Jangan begitu ketat pada diri Anda sendiri. Anda pun perlu cinta, bahkan dari dalam diri Anda. perlakukanlah diri Anda seolah-olah Anda merawat teman dekat yang sedang lelah dan mencari dukungan. Jika Anda mampu mengapresiasi diri sendiri, komentar atau pujian dari orang lain hanya akan menjadi tambahan manisnya.
5. Lakukan berbagai aktivitas yang membuatmu merasakan kegembiraan.
Terkadang, apa yang membuat kita tetap sehat mental bukannya pujian dari orang lain, melainkan kegiatan yang bisa mengundang tawa spontan pada diri kita. Cobalah melakukan sesuatu yang Anda sukai seperti membaca novel, berolahraga, memainkan alat musik, ataupun mencari cara masak baru. Lakukanlah itu tidak untuk mendapat apresiasi dari orang lain, namun lebih kepada penghargaan terhadap diri sendiri. Kebahagiaan datang dari perasaan internal, bukan dari penilaian eksternal.
Temukan lingkungan sosial baru yang lebih mendukung. Bergabung dengan komunitas berdasarkan hobi atau minat Anda dapat membantu merasa dicintai dan dipahami. Bisa jadi, Anda akan bertemu orang-orang yang mampu memberikan motivasi segar serta membuat Anda merasa lebih dihargai.
Tidak mendapatkan penghargaan memang membuat hati letih, namun hal tersebut bukan berarti menjadi akhir dari semuanya. Kau masih dapat bertahan, tumbuh, serta merasakan kebahagian. Seluruh perjalanan ini tidak hanya untuk bertahan, melainkan juga membuktikan bahwa kau pantas diberi nilai tinggi, baik oleh orang lain ataupun dirimu sendiri.